• Berita
    Liputan6

    7 Potret Terbaru Nakula, Kembaran Sadewa yang Kini Berkumis

    Liputan6.com, Jakarta Bagi yang pernah menonton film Summer Breeze, tentunya sudah tak asing dengan duo kembar berambut kribo, Nakula dan Sadewa? Dalam film yang tayang pada 2008 silam ini keduanya berperan sebagai Marcell Chandrawinata dan Mischa Chandrawinata ketika masih kecil.Di film Summer Breeze, sosok Nakula dan Sadewa pun berhasil curi perhatian. Berkat tingkahnya yang menggemaskan, artis kembar ini mendapat tawaran bermain di berbagai judul sinetron Tanah Air.Nakula Quarty Maximillian Kussler dan Sadewa Quency Eduard Kussler, ialah anak dari artis Firda Kussler atau yang lebih dikenal sebagai Firda Razak.Namun kini Nakula dan Sadewa sudah jarang tampil di layar kaca televisi. Kini bocah kembar tersebut telah tumbuh menjadi pria yang tampan, bahkan rambutnya sudah tak lagi kribo.Selain parasnya yang kembar dan sulit dibedakan, keduanya pun selalu bersama seakan tak bisa dipisahkan. Namun Nakula dan Sadewa tentunya memiliki kegiatan dan hobi masing-masing.Nakula tampak lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Penasaran seperti apa kabar terbaru kembaran Sadewa ini? Berikut potret terbaru Nakula dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (7/4/2020). 1\. Nakula kini sudah beranjak dewasa, pada 2017 lalu ia dan saudara kembarnya sudah tamat SMA. 2\. Kini penampilan Nakula juga tampak berbeda, ia tak lagi tampil dengan gaya rambut kribo. 3\. Nakula kini tumbuh jadi pria dewasa. Kumis tipis tampak menghiasi wajahnya. 4\. Memiliki kegiatan yang berbeda, Nakula dan Sadewa kini tak selalu bersama-sama. 5\. Tampil dengan kumis tipis, penampilan Nakula ini berhasil bikin pangling. 6\. Potret Nakula dan Sadewa saat bersama. Keduanya tampak kompak dengan busana putih. 7\. Meski sudah jarang tampil di layar kaca televisi, Nakula beberapa kali masih terlibat syuting.

  • Berita
    VIVA

    Momok Kanibalisme di Balik Krisis COVID-19 Tersibak

    Yang ditakutkan Jokowi itu bukan penurunan daya beli, tapi kanibalisme.

  • Berita
    Liputan6

    Negaranya Lockdown, Keluarga Ini Terpaksa Makan Nasi dan Gula

    Liputan6.com, Jakarta Virus Corona Covid-19 yang kini tengah merebak di berbagai negara telah berdampak negatif terhadap berbagai sektor. Seperti sektor transportasi, pariwisata, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.Selain itu, pandemi global ini juga menoreh berbagai cerita memilukan di tengah masyarakat. Banyak orang yang harus terpisah dari keluarganya, kehilangan orang terkasih, kehilangan mata pencaharian hingga kesulitan menafkahi diri sendiri dan keluarganya.Pemerintah di beberapa negara juga terpaksa menerapkan kebijakan lockdown demi mencegah penularan virus Corona Covid-19 semakin meluas. Meskipun lockdown diterapkan demi kepentingan warga negara tersebut, namun kebijakan ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama keluarga kurang mampu.Seperti yang dialami sebuah keluarga yang tinggal di Pasir Gudang, Johor, Malaysia ini. Setelah diberlakukannya Movement Control Order (MCO) atau lockdown oleh pemerintah setempat, Roslan A Aliudins sang kepala keluarga tidak dapat bekerja sehingga ia kesulitan untuk menafkahi keluarganya. Kehabisan Uang Selama LockdownPria berusia 30 tahun tersebut mengatakan bahwa istrinya, Nurul Nisa Irmin yang berusia 26 tahun itu hanya bisa menghidangkan nasi atau bubur beras saja. Hal ini ia lakukan setelah keluarganya menerima sumbangan dari Asosiasi Warga Taman Cendana.Berasal dari Lahad Datu, Sabah, Roslan kini telah tinggal di Johor selama hampir 10 tahun. Satu-satunya sumber penghasilannya adalah melakukan pemasangan kabel listrik yang sekarang tidak dapat dilakukannya karena penerapan lockdown.“Sejak MCO dimulai, saya belum bisa bekerja, meskipun menerima panggilan untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan kabel di rumah-rumah. Pada awalnya, saya bisa mengumpulkan uang apa pun yang saya tabung, tetapi setelah sekitar satu minggu yang lalu, tabungan saya habis,” ungkap Roslan seperti dikutip oleh Liputan6.com dari World of Buzz, Selasa (7/4/2020). Terpaksa Makan Nasi dan GulaSetelah mulai kehabisan dana, Roslan menjelaskan kesulitan keuangannya kepada Ketua Asosiasi Warga Taman Cendana, Shamsul Bahrin Ibrahim. Keluarganya kemudian diberi bantuan bahan makanan berupa beras dan gula. Namun karena tidak mampu membeli makanan yang lainnya, Roslan dan keluarganya hanya mengkonsumsi makanan dari sumbangan tersebut tanpa dilengkapi lauk pauk."Selama empat hari, menu kami hanya terdiri dari nasi atau bubur dengan gula, atau nasi goreng," kata Roslan.Namun, kini Roslan dan keluarganya dapat sedikit menikmati lauk setelah menerima sumbangan berupa ikan dan sayuran. Hal ini kerena Roslan adalah bagian dari 3.000 penerima bantuan makanan yang disediakan oleh supermarket Econsave kepada penduduk di lingkungan tersebut. Kini Roslan hanya berharap bahwa MCO akan segera dicabut, sehingga ia dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

  • Berita
    Liputan6

    Disetujui Menkes, DKI Jakarta Resmi Terapkan PSBB untuk Cegah Corona Covid-19

    Liputan6.com, Jakarta- DKI Jakarta resmi ditetapkan sebagai wilayah yang memberlakukan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan virus corona COVID-19. Keputusan ini tertuang dalam surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia bernomor HK.01.07/MENKES/239/2020.Dalam pertimbangannya, Menkes Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa PSBB di DKI Jakarta dilaksanakan berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek, sosial, ekonomi, dan aspek lainnya.Menkes juga menyatakan bahwa data yang ada menunjukkan adanya peningkatan dan penyebaran kasus corona COVID-19 yang signifikan dan diiringi dengan adanya transmisi lokal di DKI Jakarta."Menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)," tulis surat tersebut seperti diterima Health Liputan6.com pada Selasa (7/4/2020)."Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud Diktum KESATU sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan secara konsisten mendorong dan mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat," tambah Menkes.Dalam poin ketiga surat tersebut dinyatakan bahwa PSBB yang dimaksud dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran virus corona covid-19.Adapun, keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkannya, yaitu hari ini, Selasa, 7 April 2020. Diawali PermenkesSebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menerbitkan Peraturan menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Permenkes ini diterbitkan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).Apabila daerah ditetapkan PSBB, maka pemerintah akan melakukan peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, moda transportasi, kegiatan khusus terkait pertahanan dan keamanan. PengecualianNamun, ada beberepa pengecualian. Pengecualian peliburan tempat kerja diberikan bagi kantor atau instansi tertentu.Terutama kantor-kantor yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, serta pelayanan kesehatan.  Penegakan HukumSebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, akan ada penegakan hukum saat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait Corona berlaku di daerah. Penegakan hukum akan diberikan kepada mereka yang melanggar aturan dalam PSBB.Kendati begitu, Doni berharap masyarakat dapat disiplin mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah dalam menangani virus Corona. Sehingga, tidak akan ada yang dikenakan penegakan hukum.(Giovani Dio Prasasti/Putu Merta Surya Putra)

  • Berita
    VIVA

    Kota Paling Horor di Dunia, Mayat-mayat COVID-19 Dibiarkan di Jalanan

    Ada yang pakai peti dan ada juga yang cuma pakai plastik atau kain.

  • Berita
    Fimela

    Inilah 5 Kelemahan Virus Corona yang Wajib Kamu Ketahui

    Fimela.com, Jakarta Sampai saat ini para peneliti masih terus berusaha menemukan vaksin Covid-19 untuk meredam angka infeksi korban. Diketahui bahwa jumlah korban hingga saat ini sudah mencapai angka dua ribu lebih. Angka yang sangat mengkhawatirkan karena terus bertambah setiap harinya.Virus ini mudah menyebar dari satu manusia ke manusia lainnya, dalam waktu yang cepat maka dari itu, berbagai cara pun dilakukan untuk memutus rantai penyebaran. Mulai dari social distancing, percobaan karantina wilayah, himbauan menjaga kebersihan yang terus digalakkan hingga kini demi memerangi Covid-19. Berita terbaru kini, pemerintah mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker, masker kain misalnya karena masker lainnya yang lebih steril sudah sulit didapatkan dan harganya sudah tidak wajar. Hal tersebut semata-mata merupakan bentuk waspada diri agar terhindar dari infeksi Covid-19.Tapi tahukah kamu jika virus corona sebenarnya memiliki beberapa kelemahan yang bisa kita siasati untuk mencegah penyebaran penularannya. Jika kamu penasaran, artikel Fimela.com kali ini akan membahas 5 kelemahan virus corona yang wajib kamu ketahui. Cek infonya berikut ini. Mudah Hancur dengan Menggunakan Sabun dan Air MengalirKelemahan virus corona yang pertama ialah mudah dihancurkan dan mati jika terkena sabun dan dibersihkan dengan air mengalir. Itulah alasannya mengapa pemerintah dan beberapa kampanye kesehatan lainnya mewajibkan kita untuk rajin mencuci tangan baik sebelum beraktivitas maupun sesudah beraktivitas.Kandungan senyawa sabun menghancurkan tiga bagian yang ada pada virus corona yakni : * DNA atau RNA yang menjadi inti dari virus. * Protein yang merupakan bahan baku virus untuk menggandakan diri. * Lapisan lemak sebagai pelindung luarnya.Ketiga bagian tersebut tidak terikat secara kuat antara satu dengan yang lainnya  sehingga, saat lapisan lemak hancur karena bertemu dengan senyawa sabun maka, virus corona pun akan hancur dan mati.Maka dari itu, untuk menghindari penyebaran Covid-19, kamu harus rajin mencuci tangan karena tindakan ini ampuh menghancurkan virus. Cuci tangan anda dengan benar dan dibersihkan dengan air mengalir sehingga tangan anda tetap sehat dan steril, virus pun akan sulit menginfeksi. Bisa Kalah dengan AntibodiSelanjutnya, kelemahan virus corona yang lain ialah mudah dikalahkan dengan antibodi manusia yang sehat. Virus sejatinya akan sulit masuk menginfeksi tubuh manusia jika manusia tersebut memiliki sistem imun atau antibodi yang kuat.Sistem imun yang baik didapatkan dari pola hidup sehat misalnya, rajin berolahraga dan rajin mengkonsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan. Nutrisi yang ada dalam makanan dapat memberikan banyak manfaat yang berpengaruh pada sistem imunitas tubuh.Tentunya kabar bahwa salah satu kelemahan virus corona ialah sulit menginfeksi tubuh dengan antibodi yang kuat dibenarkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Australia. Mereka membuat sejumlah eksperimen dengan pasien Covid-19 dan memantau kadar antibodinya setiap hari.Memang hal ini masih perlu banyak pembuktian secara ilmiah dan dalam skala yang lebih besar apakah virus ini benar-benar memiliki kelemahan dengan antibodi yang sehat. Namun setidaknya, penelitian ini mengingatkan kita untuk terus menjaga pola hidup sehat dan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang berbagai penyakit. Mudah Dibasmi dengan DisinfektanVirus corona yang menyebabkan Covid-19 ternyata cukup lemah jika berhadapan dengan bahan disinfektan. Hal ini serupa dengan virus corona lainnya yang menyebabkan SARS dan MERS.Berdasarkan hasil penelitian, virus tersebut dapat dinon-aktifkan dengan bahan disinfektan yakni, alkohol dengan kadar 60%-70%, hidrogen peroksida 0,5%, atau sodium hipoklorit dengan kadar 0,1% dalam waktu 1 menit.Itu juga merupakan alasan mengapa saat ini digencarkan penyemprotan disinfektan secara massal baik penyemprotan disudut-sudut kota hingga perorangan. Kamu juga bisa menggunakan disinfektan untuk membersihkan beberapa barang ataupun peralatan yang kamu ginakan sehari-hari agar terhindar dari infeksi virus. Mudah Lemah Apabila Terkena Suhu panasKelemahan virus corona selanjutnya ialah mudah melemah pada suhu panas. Memang belum ada penelitian yang betul-betul membuktikan bahwa teori ini benar, Covid-19 lemah terhadap panas.Akan tetapi, pada virus corona yang menyebabkan penyakit SARS, suhu panas terbukti dapat melemahkan virus. Hal ini juga serupa dengan data yang diterbitkan oleh WHO bahwa virus penyebab SARS bisa terbunuh pada suhu 56°C. Tidak Bisa Bertahan Lama di PermukaanVirus corona memang bisa bertahan beberapa hari di permukaan benda. Namun, seiring berjalannya waktu, virus ini tidak lagi cukup kuat untuk bisa menimbulkan infeksi. Sehingga baik WHO maupun Kementerian Kesehatan RI tidak melarang aktivitas pengiriman paket antar negara karena risiko penularan melalui media pengiriman paket tersebut sangatlah rendah.

  • Berita
    Liputan6

    Lim Hyun-ju, Pembawa Berita di Korea Selatan yang Dobrak Batas-Batas Tabu

    Liputan6.com, Jakarta - Pertama, Lim Hyun-ju, seorang pembawa berita di Korea Selatan, mengenakan kacamata saat membawakan sederet berita. Pemandangan ini membuatnya jadi anchor perempuan pertama di Negeri Ginseng yang berpenampilan demikian.Dilansir dari laman Strait Times, Senin, 6 April 2020, Lim kemudian tak mengenakan bra untuk mendorong pertanyaaan apakah pakaian dalam itu esensial, juga saat siaran di televisi nasional.Yang paling baru, perempuan 34 tahun tersebut mengenakan setelan jas lelaki lengkap dengan dasi. Lewat tampilan demi tampilan tersebut, Lim hendak mempertanyakan batas-batas tabu dalam berpenampilan bagi seorang pembawa berita perempuan di Korea Selatan."Sebagai seorang broadcaster, itu adalah peran saya untuk mengirimkan pesan pada penonton dan memberi mereka keberanian. Kadang, isunya bukan soal benar atau salah. Tapi, lebih pada pilihan. Saya lebih tertarik pada isu-isu terkait pilihan," tuturnya.Kendati demikian, Lim tak serta merta setuju pada semua paham feminis. "Ada juga yang tak sejalan dengan pandangan saya (feminisme)," katanya.Isu tentang apa-apa yang sifatnya memilih ini pertama kali mengganggu Lim pada pertengahan 2018. Kala itu, matanya sangat lelah akibat sudah memakai bulu mata palsu dan lensa kontak selagi harus bangun sejak pukul dua pagi untuk bekerja.Sampai saat itu, hanya pria yang mengenakan kacamata selama membacakan berita di televisi. Karenanya, pemandangan pembawa berita perempuan mengenakan kacamata jadi satu yang tabu."Padahal, tidak ada yang tahu mengapa tak ada pembawa berita perempuan tak memakai kacamata. Saya menaruh kacamata saya selama tiga minggu sampai suatu hari saya memutuskan untuk memakainya," ucap Lim. **Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini. Langsung Jadi SensasiLim Hyun-ju pun jadi sensasi mendadak yang tak hanya disoroti media lokal, tapi juga asing. Beberapa ada menyuarakan dukungan pada perubahan-perubahan yang diperlihatkan Lim, sementara sisanya mengaku terkejut."Ide konvensional adalah pembawa berita perempuan harus terlihat muda dan atraktif. Beberapa orang berpikir bahwa memakai kacamata membuat kami jadi tampak kurang menarik," tuturnya."Saya tetap memakai kacamata keesokan harinya. Orang-orang memang terkejut. Tapi, pembawa berita perempuan lain mulai memakai kacamata juga setelah itu," sambung Lim.Lim menegaskan, busana, kacamata, maupun tak mengenakan bra tak diartikan sebagai simbol, melainkan gambaran dari pilihan, kebebasannya untuk memilih.Yang paling mendapat kritik keras awalnya adalah soal tak mengenakan bra. Pasalnya, tindakan ini masuk dalam ketagori tabu. Topik ini bahkan disebut sebagai salah satu faktor yang berkontribusi dalam tindakan bunuh diri aktris Sulli."Kesehatan mental saya baik dan saya tak sebegitu rapuh membaca komentar negatif. Yang paling penting adalah pikiran saya sendiri, bukan apa yang orang lain pikirkan," tandasnya. Maka itu, Lim akan terus-menerus mempertanyakan banyak hal. Saksikan Video Pilihan Berikut: