• Berita
    VIVA

    Data Mengejutkan, Penderita COVID-19 di China Cuma Tersisa 2.081 Orang

    Jumlah itu lebih banyak dari penderita COVID-19 di Indonesia.

  • Berita
    VIVA

    Penderita COVID-19 Ludahi Seorang Pria di Stasiun Kereta Sebelum Tewas

    Peristiwa itu tertangkap CCTV stasiun, pria yang diludahi pun dicari.

  • Berita
    Liputan6

    Nia Ramadhani Mati Gaya Di Rumah Aja, Akhirnya Bikin Wahana Bermain di Halaman Belakang

    Liputan6.com, Jakarta - Selama wabah Corona Covid-19 berlangsung, pemerintah Indonesia mengimbau rakyatnya menjalani karantina di rumah. Imbauan ini direspons berbagai kalangan termasuk para seleb. Nia Ramadhani, salah satunya.Memasuki pekan ketiga, Nia Ramadhani mulai mati gaya. Bintang sinetron Bawang Merah Bawang Putih dan Putri Nomor Satu merasa hambar kalau tidak berbuat sesuatu.Sabtu (4/4/2020) kemarin, Nia Ramadhani membuat taman bermain di halaman belakang rumah mewahnya. Taman bermain itu diisi Nia Ramadhani dengan beragam wahana dari perosotan hingga limas panjatan. Terserah, Deh!Nia Ramadhani membebaskan anak-anaknya mencoba satu per satu wahana itu. Momen ini diabadikan Nia Ramadhani di fitur Instagram Stories. “Makanya sinian dong, entar aku lempar. (Terus) kamu lempar,” seru Nia Ramadhani kepada putranya.“Terserah, deh pokoknya yang penting gerak aja dulu, ya. Kalau yang ini, sih bingung nih enggak ada takutnya. Turun, bos,” beri tahu Nyonya Ardi Bakrie kepada putrinya. Mulai Hambar, Nih...Menyertai unggahan ini, Nia Ramadhani menulis, “Yuk keluarin mainan-mainan yuk. Udah mulai hambar nih, kalau gitu-gitu aja.” Lelah bermain, Nia Ramadhani mengajak anak-anaknya masuk ke rumah. Ketiga anaknya punya kesibukan masing-masing.Si sulung, misalnya, Mikhayla Zalindra Bakrie, menghadap tablet untuk bermain TikTok. Nia Ramadhani mengaku, Mikhayla lebih jago main Tiktok ketimbang dirinya. Main PianoMomen Mikhayla bermain Tiktok diabadikan Nia Ramadhani di Instagram dengan keterangan, “Kalau gue belum di level itu, sih.” Bintang film Hantu Jembatan Ancol dan Kesurupan berceloteh, “Gimana gue enggak pintar Tiktoknya orang gue tiap saat melihat ginian. Ahli gue, sih ini lama-lama, ya enggak, Kak? Cool...”Mengingat hari masih panjang, Nia Ramadhani lantas mengusir jenuh dengan bermain piano. Mengenakan baju tanpa lengan warna putih, ia memainkan tuts hitam putih. Apa kesibukan Ardi Bakrie selama di rumah aja? DJ Amin alias DijaminTernyata, Ardi Bakrie punya mainan sendiri yakni jadi DJ dadakan. Memainkan sejumlah peranti, Ardi Bakrie yang mengenakan kaus hitam berlogo Superman memainkan sejumlah alat sambil berjoget. Ia menyebut dirinya DJ Amin alias Dijamin.Nia Ramadhani menyebut aksi DJ Amin tidak bisa dilihat di sembarang kelab malam. “DJ ini crowd-nya khusus. Ha ha ha pokoknya limited enggak ada yang bisa sembarangan lihat karena venuenya di rumah aja,” cetus aktris kelahiran Jakarta, 16 April 1990.

  • Berita
    Liputan6

    Tamara Bleszynski Bereaksi Keras Disebut Pura-Pura Peduli Terhadap Sesama

    Liputan6.com, Jakarta - Tamara Bleszynski menyumbang dana untuk penanganan wabah virus Corona Covid-19 dan sejumlah kegiatan sosial di Bali, belakangan ini. Sayangnya aksi sosial yang dilakukan Tamara Bleszynski justru berujung cibiran dari seorang warganet.Melalui akun Instagram terverifikasi miliknya, Tamara Bleszynski mengunggah komentar warganet yang menudingnya melakukan aksi sosial untuk pencitraan alias pura-pura belaka.Tamara Bleszynski juga disindir mengenai bencana gempa bumi dan tsunami yang menerjang Aceh pada Desember 2004. Saat bencana melanda Serambi Makkah, warganet ini menilai Tamara Bleszynski malah tak ikut memberikan bantuan. Pura-Pura Peduli"Tsunami di Aceh apakah Mbak Tamara dulu ada bantu? Padahal suaminya pengusaha tajir asal Aceh. Usianya dah tua mendekati menoupose mana ada lagi yg mau. Munafik jatuhnya ke iri dan dengki, dih artis @tamarableszynskiofficial usaha juga gagal maning," celoteh warganet.Tak puas menghina, warganet ini menyambung celaan, "Masa tuwirnya kelabu sekarang. Tapi pura2 perduli dengan sesama. Padahal topeng." Warganet ini mengakhiri ocehannya dengan emotikon wajah terbahak.  Tamara Tak TerimaTentu saja, tuduhan ini membuat Tamara Bleszynski geram. Bintang sinetron Doa Membawa Berkah dan Wah Cantiknya tak terima. Ia lantas mengunggah tangkapan layar komentar warganet di akun Instagram serta memberi peringatan keras.Nama akun sengaja disamarkan oleh Tamara Bleszynski. Ibu dua anak ini meminta pertanggungjawaban warganet atas komentarnya yang dinilai tidak sopan. Meminta Klarifikasi"Terima kasih Anda sudah ngeTag saya di komentar Anda. Saya beri anda waktu 24 jam uuntuk memberikan KLARIFIKASI atas tuduhan Anda perihal 'pura-pura perduli/peduli dengan sesama,' padahal topeng," ancam Tamara Bleszynski.Lebih dari 20 ribu orang menyukai unggahan ini. Di kolom komentar, ada lebih dari 2.500 warganet yang bereaksi. Mayoritas mendukung tindakan Tamara Bleszynski menuntut klarifikasi. Respons Warganet"Kasih pelajaran itu, Sis @tamarableszynskiofficial biar tidak seenaknya menghina," tulis seorang warganet yang tak terima Tamara dituduh pura-pura peduli. Yang lain menyayangkan keputusan Tamara memburamkan identitas akun penghina."Mbak @tamarableszynskiofficial kok Instagram (pelaku)-nya ditutup. Kita juga pengin ke TKP tuh IG, Mbak. Ayo buka saja IG orang kurang ajar tersebut," pinta warganet lain.

  • Berita
    VIVA

    Kisah Ibu Hamil PDP COVID-19 Live Facebook Sebelum Meninggal Dunia

    Dia mengungkapkan buruknya pelayanan medis COVID-19 di RSUD.

  • Berita
    Liputan6

    BMKG: Iklim Tropis Indonesia Bikin Virus Corona Terhambat, tapi Mobilitas Masyarakat Tinggi

    Liputan6.com, Jakarta Tim Gabungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika - Univesitas Gadjah Mada menemukan, iklim tropis di Indonesia sebenarnya mampu menghambat kembang biak virus Corona COVID-19.Berdasarkan kajian analisis statistik, pemodelan matematis dan studi literatur tentang Pengaruh Cuaca dan Iklim dalam Penyebaran COVID-19, kondisi iklim tropis dapat membuat virus lebih cepat menjadi tidak stabil."Sehingga  penularan virus Corona dari orang ke orang melalui lingkungan iklim tropis cenderung terhambat. Akhirnya, kapasitas peningkatan kasus terinfeksi untuk menjadi pandemi juga akan terhambat," jelas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Minggu (5/4/2020)."Tapi meningkatnya kasus virus Corona saat ini di Indonesia tampaknya lebih kuat dipengaruhi oleh pergerakan atau mobilitas manusia dan interaksi sosial." **Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini. Suhu Udara di IndonesiaDari penelitian Chen et. al. (2020) dan Sajadi et. al. (2020), kondisi udara ideal untuk virus Corona berkembangbiak, yakni temperatur sekitar 8 sampai 10 derajat Celsius dan kelembaban 60-90 persen."Artinya, di lingkungan terbuka yang memiliki suhu dan kelembaban yang tinggi kurang ideal untuk penyebaran kasus COVID-19," Dwikorita menerangkan.Kondisi cuaca/iklim serta kondisi geografi kepulauan di Indonesia relatif lebih rendah risikonya untuk berkembangnya wabah COVID-19. Indonesia yang juga terletak di sekitar garis khatulistiwa punya suhu rata-rata berkisar antara 27- 30 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar antara 70-95 persen.Menilik kajian literatur, Indonesia cenderung tidak ideal untuk outbreak COVID-19.Penelitian Araujo dan Naimi (2020) memprediksi dengan model matematis yang memasukkan kondisi demografi manusia dan mobilitasnya. Kesimpulannya, iklim tropis dapat membantu menghambat penyebaran virus Corona.Walau begitu, faktor yang berpengaruh kuat terhadap penyebaran Corona COVID-19 di Indonesia duga akibat mobilitas manusia dan interaksi sosial ketimbang pengaruh cuaca dan iklim. Menekan Mobilitas PendudukTim BMKG - UGM perkuat oleh 11 Doktor di Bidang Meteorologi, Klimatologi dan Matematika, serta didukung oleh Guru Besar dan Doktor di bidang Mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.Hasil kajian pengaruh cuaca dan iklim terhadap penyebaran Corona COVID-19 telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan beberapa kementerian terkait pada 26 Maret 2020."Laporan Tim BMKG -UGM merekomendasikan, apabila mobilitas penduduk dan interaksi sosial ini benar-benar dapat dibatasi. Disertai dengan intervensi kesehatan masyarakat (Luo et. al. 2020 dan Poirier et. al., 2020), maka faktor suhu dan kelembaban udara dapat menjadi faktor pendukung dalam memitigasi atau mengurangi risiko penyebaran wabah Corona," Dwikorita melanjutkan. Sebaran Lebih CepatVirus Corona lebih menyebar cepat pada negara dengan lintang tinggi dan iklim yang lebih lembab. Hasil analisis Sajadi et. al. (2020) serta Araujo dan Naimi (2020) menunjukkan, sebaran kasus COVID-19 berada pada zona iklim yang sama, yaitu pada posisi lintang tinggi wilayah subtropis dan temperate.Menurut penelitian tersebut dapat disimpulkan sementara, negara-negara dengan lintang tinggi cenderung mempunyai kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tropis.Kajian Tim Gabungan BMKG-UGM menjelaskan, analisis statistik dan hasil pemodelan matematis engindikasikan, cuaca dan iklim termasuk faktor pendukung berkembangnya virus Corona dengan lintang linggi, tapi bukan faktor penentu jumlah kasus. Simak Video Menarik Berikut Ini: